Getty Images
Barcelona - Ada yang "unik" dari kontrak David Villa. Presiden Barcelona Joan Laporta mengatakan ini kali pertama ada kontrak pemain yang menyertakan butir anti-rasisme.
Villa menyelesaikan proses kepindahannya ke Barcelona pada Jumat (21/5/2010) malam WIB dengan menandatangani kontrak selama empat tahun.
Ikatan kerjasama yang diteken Villa dengan Barca boleh dikatakan "unik", pasalnya dalam kontrak terdapat butir-butir yang menyatakan kesanggupan pemain untuk tidak bertindak rasis.
"Ini merupakan kali pertama sebuah kontrak diteken dengan menyertakan klausul anti-rasisme yang diperkenalkan oleh asosiasi klub Eropa," terang Laporta seperti dikutip dari situs resmi Barca.
Dalam butir tersebut dituliskan bahwa pemain berjanji tidak akan mengekspresikan atau menampilkan dalam bentuk apa pun aksi-aksi dan tindakan yang diskriminatif, baik itu dalam pertandingan sepakbola atau ketika menjalani kewajiban di luar lapangan yang ditugaskan klub.
Tidak diterangkan secara rinci soal sanksi apa yang akan diberikan seandainya terjadi pelanggaran. Laporta mengatakan bahwa "klub akan sangat menyesali setiap tindakan rasis atau diskriminatif, yang melanggar kesepakatan itu."
Beberapa tahun silam Spanyol pernah diguncang oleh beberapa insiden rasis di lapangan hijau. "Korban"-nya adalah Samuel Eto'o yang saat itu masih memperkuat Barcelona dan para pemain timnas Inggris yang berkulit hitam ketika melakukan ujicoba melawan timnas Spanyol di Negeri Matador.
"Selanjutnya kami (Barcelona) akan menyertakan butir-butir anti-rasisme itu di setiap kontrak baru," tuntas Laporta.
Siapa menyusul Barca?
Foto: David Villa bersama presiden Barcelona Joan Laporta dan direktur olahraga Txiki Begiristain pasca penandatanganan kontrak, Jumat (21/5/2010) waktu setempat (Getty Images) Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Barcelona - Ada yang "unik" dari kontrak David Villa. Presiden Barcelona Joan Laporta mengatakan ini kali pertama ada kontrak pemain yang menyertakan butir anti-rasisme.
Villa menyelesaikan proses kepindahannya ke Barcelona pada Jumat (21/5/2010) malam WIB dengan menandatangani kontrak selama empat tahun.
Ikatan kerjasama yang diteken Villa dengan Barca boleh dikatakan "unik", pasalnya dalam kontrak terdapat butir-butir yang menyatakan kesanggupan pemain untuk tidak bertindak rasis.
"Ini merupakan kali pertama sebuah kontrak diteken dengan menyertakan klausul anti-rasisme yang diperkenalkan oleh asosiasi klub Eropa," terang Laporta seperti dikutip dari situs resmi Barca.
Dalam butir tersebut dituliskan bahwa pemain berjanji tidak akan mengekspresikan atau menampilkan dalam bentuk apa pun aksi-aksi dan tindakan yang diskriminatif, baik itu dalam pertandingan sepakbola atau ketika menjalani kewajiban di luar lapangan yang ditugaskan klub.
Tidak diterangkan secara rinci soal sanksi apa yang akan diberikan seandainya terjadi pelanggaran. Laporta mengatakan bahwa "klub akan sangat menyesali setiap tindakan rasis atau diskriminatif, yang melanggar kesepakatan itu."
Beberapa tahun silam Spanyol pernah diguncang oleh beberapa insiden rasis di lapangan hijau. "Korban"-nya adalah Samuel Eto'o yang saat itu masih memperkuat Barcelona dan para pemain timnas Inggris yang berkulit hitam ketika melakukan ujicoba melawan timnas Spanyol di Negeri Matador.
"Selanjutnya kami (Barcelona) akan menyertakan butir-butir anti-rasisme itu di setiap kontrak baru," tuntas Laporta.
Siapa menyusul Barca?
Foto: David Villa bersama presiden Barcelona Joan Laporta dan direktur olahraga Txiki Begiristain pasca penandatanganan kontrak, Jumat (21/5/2010) waktu setempat (Getty Images) Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Reuters
Milan - Alexandre Pato mengatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya masa depan kepada AC Milan. Meski begitu, hati kecil "Si Bebek" mengatakan bahwa Milan adalah rumahnya.
Pato dikabarkan bakal meninggalkan AC Milan. Chelsea dan Real Madrid merupakan tim yang tengah memburu tandatangan pemain asal Brasil itu.
Sekitar dua pekan silam, Pato menyatakan soal masa depan ia menyerahkan sepenuhnya pada pihak Milan. Dalam perkembangan selanjutnya, striker berusia 20 tahun itu mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah tetap berseragam "Merah-Hitam".
"Saya tidak pernah bilang bakal meninggalkan AC Milan. Saya gembira di sini. Milan adalah rumah saya," tukas pemain yang kontraknya berakhir tahun 2014 itu.
Pato mengatakan dirinya sudah menetapkan sejumlah target bersama Milan di waktu-waktu mendatang. "Milan sudah pernah memenangi banyak gelar dalam beberapa tahun terakhir. Saya akan berusaha keras, karena masa-masa itu akan kembali terjadi dan segera," ujarnya di Football-Italia.
"Saya ingin mencetak 20 gol, menjadi capocannoniere, dan memenangi banyak gelar."
"Saya ingin menang. Saya berharap tahun depan rencana itu bakal terwujud. Saya gembira karena musim depan kami bakal bermain di Liga Champions," tuntasnya.
Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Jelang Final Liga Champions Zanetti Menatap Laga ke-700
0 komentar Diposting oleh pendidikan danpersahabatan di 08.13
Reuters
Madrid - Laga final Liga Champions bakal menjadi partai bersejarah bagi Javier Zanetti. Bila bermain, maka kapten Inter Milan itu akan mencatatkan penampilan ke-700 bagi Nerazzuri.
Zanetti bergabung ke Inter pada tahun 1995. Sejak itu dia selalu menjadi pilihan reguler di lini tengah La Beneamata. Pemain berjuluk The Tractor itu menjabat kapten sejak 1999 hingga sekarang.
Hingga saat ini Zanetti sudah mencatatkan 699 kali tampil di seluruh ajang yang diikuti Inter. Sepanjang penampilannya, pemain berkebangsaan Argentina itu tidak pernah mendapatkan kartu merah. Satu laga lagi, Zanetti akan menorehkan sejarah baik itu bagi dirinya sendiri atau pun Inter Milan. Kesempatan itu akan datang di final Liga Champions, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.
"Tujuh ratus laga untuk Inter sungguh sebuah angka yang besar. Saya sangat bangga bila bisa melakukannya, terlebih di partai penting," tukas Zanetti seperti dikutip dari Football-Italia.
"Final kali ini memberikan saya sensasi yang unik: yakni Liga Champions merupakan kompetisi prestisius dan sangat penting."
"Saya sudah bermain di banyak final, tapi final malam nanti bakal istimewa. Saya harap saya bakal bergembira di akhir laga," ujar pemain bernomor punggung empat itu.
Presiden Inter Massimo Moratti memberikan apresiasinya pada Zanetti. "Menurut saya Javier layak mendapatkan penghargaan Bola Emas (pemain terbaik Eropa), dan mungkin dengan menjadi juara Liga Champions para juri menyadari hal yang sama," ujar taipan minyak itu seperti diberitakan AP.
Bila bermain dalam melawan Bayern Munich dinihari besok, maka Zanetti semakin mendekati rekor penampilan klub yang dibukukan oleh Giuseppe Bergomi yang mencatat 758 kali bermain di seluruh ajang. Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Madrid - Laga final Liga Champions bakal menjadi partai bersejarah bagi Javier Zanetti. Bila bermain, maka kapten Inter Milan itu akan mencatatkan penampilan ke-700 bagi Nerazzuri.
Zanetti bergabung ke Inter pada tahun 1995. Sejak itu dia selalu menjadi pilihan reguler di lini tengah La Beneamata. Pemain berjuluk The Tractor itu menjabat kapten sejak 1999 hingga sekarang.
Hingga saat ini Zanetti sudah mencatatkan 699 kali tampil di seluruh ajang yang diikuti Inter. Sepanjang penampilannya, pemain berkebangsaan Argentina itu tidak pernah mendapatkan kartu merah. Satu laga lagi, Zanetti akan menorehkan sejarah baik itu bagi dirinya sendiri atau pun Inter Milan. Kesempatan itu akan datang di final Liga Champions, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.
"Tujuh ratus laga untuk Inter sungguh sebuah angka yang besar. Saya sangat bangga bila bisa melakukannya, terlebih di partai penting," tukas Zanetti seperti dikutip dari Football-Italia.
"Final kali ini memberikan saya sensasi yang unik: yakni Liga Champions merupakan kompetisi prestisius dan sangat penting."
"Saya sudah bermain di banyak final, tapi final malam nanti bakal istimewa. Saya harap saya bakal bergembira di akhir laga," ujar pemain bernomor punggung empat itu.
Presiden Inter Massimo Moratti memberikan apresiasinya pada Zanetti. "Menurut saya Javier layak mendapatkan penghargaan Bola Emas (pemain terbaik Eropa), dan mungkin dengan menjadi juara Liga Champions para juri menyadari hal yang sama," ujar taipan minyak itu seperti diberitakan AP.
Bila bermain dalam melawan Bayern Munich dinihari besok, maka Zanetti semakin mendekati rekor penampilan klub yang dibukukan oleh Giuseppe Bergomi yang mencatat 758 kali bermain di seluruh ajang. Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Villa Bertekad Ikuti Jejak Luis Enrique
0 komentar Diposting oleh pendidikan danpersahabatan di 07.46
Getty Images
Jakarta - David Villa menjadi pemain ke-11 asal Asturias yang berseragam Barcelona. El Guaje berharap bahwa dia bisa mengikuti kisah sukses warga Asturian lain seperti Luis Enrique Martinez.
Asturias merupakan salah satu daerah otonom di Spanyol. Di abad pertengahan, wilayah yang terletak di tepian Teluk Biscay tersebut merupakan pusat kerajaan Asturias. Sejumlah kota penting terdapat di sini seperti Oviedo, Gijon, dan juga kota industri Aviles.
Wilayah ini juga merupakan daerah asal dari sejumlah olahragawan Spanyol. Contohnya adalah juara dunia dua kali Formula 1 Fernando Alonso dan tulang punggung timnas Spanyol saat ini: David Villa dan Santiago Cazorla.
Bila ada warga Asturias yang tengah menjadi buah bibir pada sepekan terakhir, boleh jadi dia adalah Villa. Ini menyusul dari kepindahan pemain depan berjuluk El Guaje tersebut ke juara La Liga musim ini Barcelona.
Bergabungnya Villa ke El Barca diyakini bakal membuat The Catalans bakal semakin ofensif dan menyuguhkan permainan yang semakin atraktif.
Dikutip dari situs resmi Barcelona, Villa adalah Asturian ke-11 yang berseragam "Biru-Merah". Sebelumnya sempat ada nama-nama yang cukup sukses ketika membela Blaugrana seperti Enrique "Quini" Castro Gonzalez, Abelardo Fernandez, dan Luis Enrique Martinez.
"Semua sudah tahu bahwa idola saya adalah Quini dan Luis Enrique," ujar Villa.
"Keduanya meraih sukses luar biasa dbersama Barca dan saya ingin mengikuti jejak mereka. Saya ingin diingat seperti halnya mereka ketika saya sudah selesai di Barcelona," tuntasnya.
Quini merupakan bintang Barcelona di awal tahun 1980-an. Selain menghadirkan trofi juara, Quini juga tujuh kali menjadi el pichichi alias top skorer, di mana tiga gelar di antaranya didapat ketika berseragam Azulgrana.
Sementara itu Abelardo adalah salah satu bek tangguh yang pernah dimiliki Barca di pertengahan 1990-an. Sedangkan Luis Enrique bisa dibilang yang paling fenomenal karena dia eks pemain Real Madrid. Sempat diragukan loyalitasnya, Enrique sukses menjawab kepercayaan atas jabatan kapten. Pria Spanyol itu sukses membawa Barca menjuarai La Liga secara berturut-turut yakni musim 1997/1998 dan 1998/1999. Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Florence - Perlombaan menuju Scudetto antara Inter Milan dan AS Roma akhirnya dimenangi nama pertama. Tak salah jika Nerazzurri yang memenanginya karena menurut Jose Mourinho timnya memang yang terbaik.
Kemenangan 1-0 atas Siena di pekan ke-38 Seri A, Minggu (17/5/2010) malam WIB membebaskan Inter dari kejaran Roma yang disaat bersamaan juga menang 2-0 dari Chievo.
Tak pelak kemenangan itu pun disambut suka cita oleh pemain Inter dan juga para fansnya mengingat perjuangan mereka yang cukup berat musim untuk merebut gelar juara. Sempat jauh memimpin di awal hingga pertengahan musim La Beneamata sedikit lengah.
Alhasil keunggulan yang sempat mencapai dua digit terpangkas oleh Roma yang mendadak tampil hebat pada paruh kedua musim di bawah arahan Claudio Ranieri. Bahkan Il Lupi sempat dua pekan bercokol di puncak klasemen.
Namun kekuatan mental serta sedikit keberuntungan yang dimiliki 'Biru Hitam' membuat mereka akhirnya mampu tampil sebagai yang terbaik di akhir musim. Maka Mourinho menilai memang sudah sepantasnya Inter yang juara karena mereka tampil baik musim ini.
Inter mengoleksi poin akhir 82 hasil dari 24 kemenangan, 10 seri dan empat kekalahan yang semuanya dideritanya di partai tandang. Diego Milito cs tampil sebagai tim terproduktif dengan 75 gol dan pertahanan terkuat yang hanya kemasukan 34 gol.
"Tim yang paling pantas menang mereka memang pantas mendapatkannya. Banyak laga di kompetisi ini dan selalu tim terbaik yang pantas untuk menang," urai Mourinho di situs resmi klub.
"Kemenangan hari ini milik semua orang yang bahagia saat ini," sambungnya.
Raihan Scudetto pun melengkapi gelar Coppa Italia yang sudah direbut dua pekan lalu. Kini hasrat merebut treble winners pun tinggal dilengkapi saat melawan Bayern Munich di final Liga Champions pada 22 Mei.
"Usai sudah Seri A. Memenangi Scudetto dan Coppa Italia selalu fantastis. Bayern Munich melakukannya namun hanya satu di antara kami yang bisa memenangi Liga Champions," tandas Mourinho.
"Apakah aku sudah berpikir tentang laga pada 22 Mei nanti? Aku tidak tahu tapi saat ini aku tidak punya cukup kekuatan untuk pergi dengan bus dan menonton Bayern lewat DVD. Tapi aku akan kembali bekerja besok," pungkas pria asal Portugal itu. ( mrp / key )
Mohammad Resha Pratama - detiksport
